Yuk Mulai Mengenal Online Shopping, Jangan Gaptek Guys!


Kecanggihan teknologi yang semakin maju dari waktu ke waktu menyebabkan banyak orang yang harus belajar ekstra mengejar ketertinggalan ilmu teknologinya. Tetapi, diantara orang – orang tersebut masih ada saja yang belum bisa mengikuti perkembangan teknologi. Istilah yang kemudian populer untuk menyebut mereka adalah “gaptek” atau “gagap teknologi”. Istilah ini dapat merujuk pada siapa saja yang tidak bisa atau belum bisa mengoperasikan gadget dan sosial media sebagaimana mestinya di era teknologi yang terus berkembang ini.

Karena perkembangan sistem jual beli telah semakin pesat, kini transaksi baik layanan jasa maupun produk terjadi secara online. Bagi beberapa pihak, hal ini sangat menguntungkan karena mereka tidak perlu membeli barang di tempat – tempat yang terpisah. Cukup dengan satu jari maka katalog atas ribuan barang bisa diakses. Bagi penjual pun begitu, akses bertemu dengan pembeli sangat mudah dan tidak perlu berkeliling seperti pedagang konvensional.

Namun, apakah sebuah kesalahan untuk menjadi gaptek dalam hal online shopping Indonesia? Bagi pembeli dan penjual, tentunya menjadi gaptek online shopping Indonesia lebih banyak kerugian daripada keuntungannya. Dari sudut pandang pembeli yang tidak bisa bertransaksi secara online, ia akan kesulitan mengakses barang secara cepat di era yang serba kilat ini. Misalnya saja untuk keperluan kerja, ia perlu mengakses layanan ojek atau taksi secara online. Namun, karena tidak bisa memakai aplikasi secara benar, ia akan sulit mencapai tujuan tempat bekerjanya. Belum lagi soal membeli produk dan kecepatan pembayaran. Hal ini tentu bisa jadi masalah yang cukup kompleks.

Dari sudut pandang penjual yang gaptek online shopping Indonesia, pastinya jumlah omzet akan lebih rendah daripada jika ia bisa memperluas jaringannya melalui sosial media. Namun, karena tidak dapat memanfaatkan teknologi dengan baik maka pada akhirnya banyak pesaing yang menjual produk dengan jenis tertentu menggantikan posisinya. Hal ini bisa berakibat pada berkurangnya jumlah konsumen dan jika terus terjadi dalam jangka pannjang resiko kebangkrutan bisa melanda. Jadi, tidak ada salahnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri terhadap teknologi dengan berbagai cara baik secara otodidak maupun meminta bantuan orang lain.

1 year ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *